Propellerads

Jumat, 24 Februari 2017

Jenis-Jenis Investasi

Menurut Kamaruddin (1996:2) kategori investasi ada dua (2) jenis yaitu investasi pada aset riil(real asset) dan investasi pada aset keuangan (financial asset). Gumanti (2011:9) menjelaskan bahwa aset riil dapat secara jelas diamati bentuknya dan nilai aset tersebut seringkali dikaitkan dengan bentuk, ukuran, berat atau sifat fisik aset tersebut. Contoh dari aset riil adalah gedung, tanah, mesin, logam, perhiasan, peralatan kantor, dan kendaraan.  
      Berbeda dengan aset riil, aset keuangan atau sering juga disebut sebagai sekuritas (securities) adalah aset yang tidak dapat dilihat secara nyata bentuk fisiknya. Nilai yang terkandung dalam aset keuangan tidak dapat ditentukan dari bentuk dan ukurannya. Contoh dari aset keuangan adalah obligasi, saham, waran, dan opsi. 
      Jogiyanto (2008:6) mengklasifikasikan aktivitas investasi ke dalam aset keuangan menjadi dua(2)  tipe, yaitu investasi langsung (direct investing) dan investasi tidak langsung (indirect investing). Investasi langsung dapat dilakukan dengan membeli aset keuangan yang diperdagangkan di pasar uang (money market), pasar modal (capital market), atau pasar turunan (derivative market). Investasi langsung tidak hanya dilakukan dengan membeli aset keuangan yang diperdagangkan, namun juga dapat dilakukan dengan membeli aset keuangan yang tidak diperdagangkan seperti tabungan, giro, dan sertifikat deposito. 
      Aktivitas investasi yang lain adalah investasi tidak langsung, di mana investasi ini dilakukan dengan membeli dan menjual surat-surat berharga melalui perusahaan investasi (investment companies) atau reksadana (mutual funds) dalam bentuk portofolio sekuritas. Portofolio sekuritas adalah gabungan dari beberapa sekuritas yang dimiliki oleh investor. Perusahaan investasi adalah perusahaan yang menyediakan jasa-jasa keuangan dengan cara menjual saham ke publik. Reksadana merupakan salah satu alternatif investasi yang memberikan kemudahan bagi investor dalam hal analisis sekuritas, karena investor tidak perlu mengevaluasi suatu sekuritas.  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar